<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Bundashabrina&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://bundashabrina.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bundashabrina.wordpress.com</link>
	<description>Pengalaman sehari hari</description>
	<lastBuildDate>Fri, 08 Jul 2011 18:45:12 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='bundashabrina.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/eeb56abdaf9728dda714858189a2ea3b?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Bundashabrina&#039;s Blog</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bundashabrina.wordpress.com/osd.xml" title="Bundashabrina&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://bundashabrina.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kegiatan Belajar Mengajar di SD Jepang</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2010/11/03/kegiatan-belajar-mengajar-di-sd-jepang/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2010/11/03/kegiatan-belajar-mengajar-di-sd-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 12:12:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[STUDI BANDING]]></category>
		<category><![CDATA[metode pembelajaran]]></category>
		<category><![CDATA[sistem pendidikan.]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Punya anak usia sekolah dasar di Jepang merupakan pengalaman yang menarik untuk diperhatikan dan di simak, bagaimana Jepang menerapkan sistem dan metode pendidikan di SD yang merupakan sekolah paling basic. Yang merupakan peletak fondasi untuk cara berpikir pada pendidikan selanjutnya. Semua anak yang ada di Jepang baik WNJ ataupun WNA yang berstatus penduduk di Jepang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=122&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Punya anak usia sekolah dasar di Jepang merupakan pengalaman yang menarik untuk diperhatikan dan di simak, bagaimana Jepang menerapkan sistem dan metode pendidikan di SD yang merupakan sekolah paling basic.  Yang merupakan peletak fondasi untuk cara berpikir pada pendidikan selanjutnya.<br />
Semua anak yang ada di Jepang baik WNJ ataupun WNA yang berstatus penduduk di Jepang wajib mengikuti pendidikan di Jepang ketika dia sudah berusia 6 tahun sampai tanggal 5 april.  Anak yang lahir sesudah tanggal ini harus mengikuti pendidikan tahun berikutnya.  Ini salah satu yang membedakan dengan Indonesia, di mana kadang-kadang sekolah mengijinkan anak yang sudah lewat tanggal awal masuk sekolah dengan tambahan biaya atau harus memalsukan tanggal kelahiran supaya pas dengan tahun ajaran baru.<br />
Pada bulan September semua anak yang akan mencapai umur 6 tahun pada bulan april tahun berikutnya, maka otomatis pemerintah daerah setempat akan mengirimkan surat pemberitahuan bahwa si anak sudah waktunya sekolah.  Dalam surat itu juga di berikan tempat sekolah negeri terdekat dengan lingkungan rumahnya.  Anak juga di wajibkan test kesehatan.  Tidak ada test kecerdasan seperti yang di lakukan di Indonesia.  Karena anak yang down syndrom pun masih bisa bersekolah dengan sekolah umum.  Dan ini merupakan tugas guru untuk memndidiknya lebih intensif, tetapi kelasnya tidak dibedakan antara anak yang normal dengan yang down syndrom.  Test kesehatan yang dilakukan di Jepang bukan untuk menerima atau menolak seorang calon murid, tetapi di tujukan untuk antisipasi dan mengetahui kelainan yang di miliki seorang anak.  Misalnya untuk test mata, jika ternyata ada gangguan penglihatan, maka guru akan menyarankan memakai lensa korektif, sehingga pada saat kegiatan belajar mengajar anak tidak lagi terganggu dengan matanya.<br />
Kegiatan belajar-mengajarpun tak lepas dari tanggung jawab orang tua.  Setiapa anak sekolah di Jepang mempunyai sebuah buku khusus yaitu &#8220;renrakucyou&#8221; atau buku penghubung, mungkin kalau di Indonesia buku ini hanya ada pada saat anak kita sekolah di TK.  Buku penghubung ini akan selalu memberitahukan kepada orang tua tentang tugas dan dan PR yang harus dikerjakan malam itu.  Selain itu setiap bulan diberikan pemberitahuan kegiatan selama sebulan &#8220;nakayoshi&#8221;, dan setiap minggunya akan diberikan selebaran mengenai kegiatan apa saja yang dilakukan anak dan persiapan apa yang harus dilakukan.  Termasuk pelajaran menulis kanji, orangtua di minta ikut serta membantu anak untuk belajar kanji.<br />
Pada saat tertentu ada juga kegiatan di mana orang tua mengunjungi sekolah untuk melihat kegiatan belajar mereka di kelas, &#8220;jugyou sankan&#8221;.  DI situ ornag tua melihat bagaimana kegiatan belajar mengajar dilakukan.  Bagaimana guru memberika suatu materi pelajaran.  Hal inilah yang paling menarik bagi saya dan suami sebagai warga negara Indonesia.  Metode yang dipakai guru di Jepang dan guru di Indonesia tenyata berbeda sekali. Menurut kami inilah metode yang benar-benar membuat siswa aktiv dan cerdas berpikir.  Guru bukan mendikte anak-anak atau mengajarkan seperti yang dilakukan guru di Indonesia tapi benar-benar sebagai fasilitator.  Anak-anak mengemukakan pendapatnya..dan guru tidak pernah menyalahkan.  Tetapi guru akan memberikan apa kelebihan pendapat yang dilalkukan dan apa kelemahannya.  Jadi anak bisa menganalisis o iya ya..sehingga membuat anak selalu berusaha dan berusaha.<br />
Pelajaran beretika pun tidak dalam bentuk hafalan, dalam arti anak tidak membaca buku untuk dihafal mengenai sebuah perilaku yang baik, tetapi langsung dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari dan dalam berinteraksi dengan guru dan teman-temannya.<br />
Demikian pelajaran ilmu alam, semua metode adalah eksplorasi, turun kelapangan.  Misalnya mempelajari pertumbuhan dan perkembangan tanaman.  Semua anak diberi bibit untuk di tanam dengan pot yang sudah disediakan disekolah, setiap hari tugasnya menyiram dan mengamati setiap perubahan yang ada dalam tanaman tersebut.  Setelah itu membuat laporan hasil dari tugas tersebut.  Ini juga membuat anak terbiasa membuat laporan karya ilmiah.  Dan komentar dari guru dari laporan tersebut selalu ada kata-kata motivasi sehingga membuat anak semakin senang. Apalagi dapat &#8220;hanamaru&#8221; (gambar bentuk bumnga yang menyatakan pekerjaannya bagus&#8221; yang besar.  Tetapi yang tidak baguspun selalu ada penilaian, bukan penilaian jelek tetepi hanya dapat maru yang kecil saja dan diberika motivasi lagi.  Inilah yang membuat anak kami selalu senang bersekolah dan bersemangat untuk dapat hanamaru yang besar.  Demikian juga untuk mengenal hewan atau tumbuhan yang lain, mereka harus mengamati sesuai musimnya.  Misalnya kupu-kupu dan serangga lain yang hanya muncul pada saat musim panas.  Padahal musim panas adalah musim liburan panjang.  Mereka dapat buku khusus untuk mengamati hewan-hewan yang muncul pada saat musim panas tersebut.<br />
Selain itu mereka selalu terjadwal juga pelajaran tentang sejarah dan lingkugan yang ada diluar sekolah.  Nah maka ada program &#8220;ensoku&#8221; dimana anak-anak jalan-jalan dan mengamati sesuai tema ensoku hari itu.  Tentu saja sesudah itu ada laporan yang harus diungkapkan anak pada sat ensoku ini.  Ini pengalaman yang cukup menarik juga.  Karena di Indonesia metode ini tidak pernah saya rasakan waktu SD.  Dan saya rasapun saat ini di Indonesia SD negeri ataupun swasta tidak ada yang menerapkan ini.  kecuali beberapa SD yang mengklaim sekolah alam.<br />
Pada saat ulangan harian pun, misalkan hitungan maka di bawah kertas soal yang sekaligus tempat jawaban ada tulisan komentar anak tentang soal yang di buat oleh gurunya,  Sukar atau mudah..apa kesulitannya.  Dan guru akan mengomentari dengan kata-motivasi, misalnya anak bilang susah, maka guru akan ilang tetapi kamu sudah bersemangat, teruskan bersermangat ya..kata sang guru.<br />
Saya kadang berpikir kapan ya Indonesia menerapkan seperti ini.  Sekolah gratis untuk SD dan SMP serta metode pembelajaran seperti yang saya ungkapkan.  Selain itu orang tua tidal lepas tanggung jawab dan harus selalu berhubungan dengan sekolah.  Jadi kalau ada apa-apa orang tusa dan sekolah sama-sama tahu pekembangan muridnya.<br />
Semoga suatu saat negri kita bisa mempunyai sistem pendidikan seperti di Jepang.  Tidak seperti sekarang ini, yang keberatan kurikulumlah, sekolah masih mahal sehingga masih banyak anak yang belum bisa sekolah.  Uang negara malah digunakan foya-foya untuk jalan-jalan dan dikorupsi dan dijadikan bancakan para wakil rakyat dan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=122&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2010/11/03/kegiatan-belajar-mengajar-di-sd-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>あけましておめでとうございます。今年もよろしくお願いします</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2010/01/05/%e3%81%82%e3%81%91%e3%81%be%e3%81%97%e3%81%a6%e3%81%8a%e3%82%81%e3%81%a7%e3%81%a8%e3%81%86%e3%81%94%e3%81%96%e3%81%84%e3%81%be%e3%81%99%e3%80%82%e4%bb%8a%e5%b9%b4%e3%82%82%e3%82%88%e3%82%8d%e3%81%97/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2010/01/05/%e3%81%82%e3%81%91%e3%81%be%e3%81%97%e3%81%a6%e3%81%8a%e3%82%81%e3%81%a7%e3%81%a8%e3%81%86%e3%81%94%e3%81%96%e3%81%84%e3%81%be%e3%81%99%e3%80%82%e4%bb%8a%e5%b9%b4%e3%82%82%e3%82%88%e3%82%8d%e3%81%97/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Jan 2010 20:57:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Selamat tahun baru 2010. Meskipun sedikit terlambat, saya ucapakan selamat tahun baru 2010, semoga tahun ini akan selalui di warnai kesuksesan, kegembiraan dan kemakmuran.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=117&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selamat tahun baru 2010.</p>
<p>Meskipun sedikit terlambat, saya ucapakan selamat tahun baru 2010, semoga tahun ini akan selalui di warnai kesuksesan, kegembiraan dan kemakmuran.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=117&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2010/01/05/%e3%81%82%e3%81%91%e3%81%be%e3%81%97%e3%81%a6%e3%81%8a%e3%82%81%e3%81%a7%e3%81%a8%e3%81%86%e3%81%94%e3%81%96%e3%81%84%e3%81%be%e3%81%99%e3%80%82%e4%bb%8a%e5%b9%b4%e3%82%82%e3%82%88%e3%82%8d%e3%81%97/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resep Cake Simple</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/resep-cake-simple/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/resep-cake-simple/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 03:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[CAKE KU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/resep-cake-simple/</guid>
		<description><![CDATA[CAKE SEADANYA Bahan: 4 kuning telur, 2 putih telur 100 gr tepung terigu, 125 gr mentega di cairkan, baking powder seujung sendok teh, gula pasir 150 gr Cara membuat:  Masukkan semua bahan (kecuali mentega cair) dalam wadah plastik atau wadah pengocok adonan.  Kocok menggunakan mixer dengan kecepatan 5, dari mulai yang terendah sampai yang tertinggi.   [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=109&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CAKE SEADANYA</p>
<p>Bahan: 4 kuning telur, 2 putih telur 100 gr tepung terigu, 125 gr mentega di cairkan, baking powder seujung sendok teh, gula pasir 150 gr</p>
<p>Cara membuat:  Masukkan semua bahan (kecuali mentega cair) dalam wadah plastik atau wadah pengocok adonan.  Kocok menggunakan mixer dengan kecepatan 5, dari mulai yang terendah sampai yang tertinggi.   Setelah mengembang dan adonan berjejak, masukkan mentega cair pelan-pelan menggunakan pengaduk cake.  Setelah tercampur rata, masukan dalam loyang yang sudah di olesi mentega dan di taburi tepung terigu (boleh juga dilapisi dengan kertas minyak).  Kemudian masukkan dlam oven dengan suhu 180 derajat selama 35 menit.   Setelah waktu pemanggangan selesai cek kematangan menggunakan sumpit, atau tusuk sate.  Cake dikatakan matang apabila sumpit yang kita keluarkan dari cake tidak terasa basah lagi.</p>
<p>Untuk hiasan bisa menggunakan mentega  putih atau butter yang di campur gula kemudian di kocok sampai tercampur rata.  Adonan ini bisa dagi beberapa bagian untuk warna yang berbeda.  Setelah itu spuit dengan bentuk sesuai selera atau di hiasi dengan buah yang di inginkan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=109&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/resep-cake-simple/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pendidikan di Jepang</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/pendidikan-di-jepang/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/pendidikan-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 01:30:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[kantor]]></category>
		<category><![CDATA[pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan dasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=100</guid>
		<description><![CDATA[Ku tulis judul ini karena karena aku terkesan dengan sistem pendidikan dasar di Jepang　（日本）.   Dalam hal ini aku tidak ingin menjelekkan negeri tercinta, tetapi untuk membandingkan bagaimana sebuah negara maju seperti Jepang, budaya, rasa hormat pada guru sangat tinggi sekali, sopan santun, kejujuran, ketaatan sangat di junjung tinggi.  Hal ini di dasarkan rasa kekhawatiran dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=100&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ku tulis judul ini karena karena aku terkesan dengan sistem pendidikan dasar di Jepang　（日本）.   Dalam hal ini aku tidak ingin menjelekkan negeri tercinta, tetapi untuk membandingkan bagaimana sebuah negara maju seperti Jepang, budaya, rasa hormat pada guru sangat tinggi sekali, sopan santun, kejujuran, ketaatan sangat di junjung tinggi.  Hal ini di dasarkan rasa kekhawatiran dengan pendidikan di Indonesia yang lebih mengedepankan hapalan daripada budi pekerti, praktek dan eksplorasi.</p>
<p>Saat ini usia anakku umur 6,7 tahun.  Sebenarnya kalau di Indonesia sudah kelas satu.  Berhubung di Jepang tahun  ajaran barunya adalah bulan April, maka anakku saat bulan April tahun ini belum bisa masuk SD karena usianya belum genap 6 tahun,dan baru bisa masuk April 2010.</p>
<p>Ketika usia sudah masuk 6 tahun setiap anak yang tinggal di Jepang tak terkecuali anak orang asing yang teregistrasi sebagai penduduk di Jepang maka bulan September dinas pendidikan kota di seluruh Jepang akan memberi surat pemberitahuan, bahwa anak kita sudah waktunya masuk SD.  Mereka mengirimkan surat sekaligus aplikasi untuk masuk SD, di manapun kita menginginkan masuk, kecuali mengingkan masuk SD swasta.</p>
<p>Setelah mengajukan aplikasi ke bagian pendidikan kota, maka anak kita harus mengikuti tes kesehatan yang di adakan di sekolah yang akan di masuki. Tes kesehatan ini bukan di maksudkan untuk menolak anak kalau punya penyakit, tetapi mengetahui kondisi yang di miliki seorang anak sehingga sekolah sudah punya antisipasi kalau anak tersebut anfal, atau di mana anak tersebut di tempatkan di kelasnya.   Semua anak sama haknya baik yang cacat, ataupun lemah mental.  Semua sangat diperhatikan oleh pemerintah.</p>
<p>Sekolah dasar negeri di Jepang, bayaran tiap bulannya murah untuk ukuran dengan standar gaji Jepang, hanya sekitar ￥3,500 &#8211; 5000.  Harga ini sudah termasuk makan siang.   Itupun masih tertutupi oleh tunjangan anak yang di berikan per bulannya yang sebesar ￥5000 untuk  anak sampai kelas enam SD.  Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan dasar benar-benar di perhatikan, anak wajib sekolah.   Selain itu orang tua masih bisa mengajukan aplikasi untuk mendapatkan beasiswa.  Info yang saya peroleh dari seorang teman yang pernah tinggal di Jepang, beasiswa untuk SD sekitar ￥30.000 pertahun.</p>
<p>Mengenai apa saja kurikulum yang di berikan di SD saya sendiri belum tahu secara persis.  Saya hanya suka mendengar dan melihat anak SD yang lebih banyak di ajarkan explorasi alam sekitar.  Info dari teman yang anaknya kelas satu SD, menyatakan bahwa anaknya di sekolah hanya belajar membaca dan menulis hiragana, katakana dan kanji ( dengan jumlah pertahunnya sudah di tentukan) dan berhitung.  Selain itu juga yang di tekankan adalah latihan fisik, yaitu olah raga, atau yang di sebut undou.  Tiap tahun anak ada acara lomba olah raga, baik antar kelas atau antar sekolah pada saat musim panas, biasa di sebut undokai.  Acara ini bukan saja untuk anak SD tapi juga anak sekelas TK, nursery school, bahkan SMP dan SMA.  Maka tak heran kalau fisik anak Jepang kuat-kuat, dan sekarang tinggi-tinggi tidak seperti jaman dulu.</p>
<p>Kegiatan yang juga sering aku lihat bahwa anak-anak SD sering bereksplorasi di luar, baik mengamati alam misal mencari capung, melihat binatang air, daun-daun di musim gugur, biji-biji pohon, buah-buahan dan segala jenis sayur yang ada di Jepang.  Ini terlihat dari buku-buku yang di berikan.  Dua anakku yang masih TK selalu diberikan buku yang berisi mengenai alam.  Bagaimana morfologinya, bagaimana dan di mana tumbuhnya.  Selain itu juga praktek lapangan, bagaimana menyemai biji, merawat tanaman sekaligus memanen buah atau sayuran, di kebun.   Ini mungkin ada juga yang menyelenggarakannya di Indonesia, tetapi dapat di pastikan sekolah-sekolah yang mahal dan tak terjangkau oleh rakyat kecil.</p>
<p>Kegiatan eksplorasi tidak hanya berkaitan dengan alam, tetapi juga petualangan dengan mengacu pada peta, melihat tempat-tempat bersejarah yang harus mereka cari sendiri dengan bekal peta dari sekolah, menyusuri rute jalan, atau tempat bersejarah.  Bahkan anak kelas lima atau enam di wajibkan bertualang ke luar daerahnya dan harus membuat laporan.</p>
<p>Pendidikan budi pekerti juga sangat ditekankan.  Seringkali aku berpapasan dengan sekelompok anak yang sedang melakukan eksplorasi, selalu mengucapkan ohayou (selamat pagi) atau konnichiwa (selamat siang).  Mereka juga di biasakan untuk selalu bersikap hormat pada sensei (guru) dan orang yang lebih tua.  Selalu mengucapkan minta maaf kalau melakukan kesalahan dengan mengucapkan gomennasai (maaf, sorry), sumimasen (permisi, excuse me).  Hal terbawa sampai dewasa.  Bahkan kebiasaan tersebut berlaku juga di semua kantor, baik pemerintah maupun swasta.  Pelayanan mereka sangat mengedepankan pelanggan/masyarakat.  Misalnya, kalau diperlukan memfoto kopi dokumen kita, mereka akan meminta ijin, kopi shite ii desuka (boleh gak difotokopi), omochi kudasai (silahkan tunggu sebentar ya), kalau melakukan sedikit kesalahan gomen nasai, sumimasen selalu diucapkan.  Setelah mereka selesai memberikan pelayanan untuk masalah urusan surat menyurat, misal mengurus alien card (ktp), <strong>mereka</strong> akan bilang terima kasih. Kalau ada terlambatan yang mereka lakukan, mereka akan bilang gomen nasai berkali-kali dengan membungkuk-bungkuk beberapa kali.</p>
<p>Semoga suatu saat kita bisa meniru Jepang ini dalam hal pendidikan dan pelayanan di kantor pemerintah.  Pendidikan adalah nomor satu di Jepang, bahkan kalu mereka ingin masuk ke universitas mereka dapat mengajukan aplikasi untuk meminjam uang dari pemerintah terlebih dahulu dan di kembalikan saat mereka sudah mendapatkan pekerjaan.  Pemerintah tidak takut akan ditipu oleh mereka yang minta dibiayai, karena kejujuran yang sudah mendarah daging dalam setiap hati warga, dan sistem KTP nasional yang memudahkan pelacakan keberadaan warganya.  Aku berharap semoga Indonesia bisa mewujudkannya segera.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/100/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/100/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=100&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/31/pendidikan-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mensiasati Mahalnya Hidup di Jepang</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/29/mensiasati-mahalnya-hidup-di-jepang/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/29/mensiasati-mahalnya-hidup-di-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 20:03:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[STUDI BANDING]]></category>
		<category><![CDATA[Garage Sale]]></category>
		<category><![CDATA[Nagasaki University]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Sudah di ketahui secara umum bahwa Jepang merupakan negara dengan biaya hidup termahal. Barang-barang yang di jual di pasar kebanyakan paling murah dalam hitungan 100 yen.  Meskipun ada juga barang yang di jual satuan dengan harga di bawah satu yen, misal 1 batang wortel di jual 10 yen.  Tapi apakah cukup kita hanya makan sebatang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=79&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah di ketahui secara umum bahwa Jepang merupakan negara dengan biaya hidup termahal.  Barang-barang yang di jual di pasar kebanyakan paling murah dalam hitungan 100 yen.   Meskipun ada juga barang yang di jual satuan dengan harga di bawah satu yen, misal 1 batang wortel di jual 10 yen.   Tapi apakah cukup kita hanya makan sebatang wortel sehari?  Belum lagi kalau kita butuh snack.. paling rendah snack satu bungkus yang bisa dimakan rame-rame adalah 105 yen.<br />
Nah bagaimana student Indonesia yang membawa keluarga dengan jumlah beasiswa yang tak lebih ￥200.000 bisa bertahan hidup di Jepang?  Kalau standar sebuah keluarga dengan rata-rat penghasilan menengah ke atas dan bergaya hidup seperti di Indonesia, sudah deh bakalan gak cukup tuh uang beasiswa.   Bisa-bisa tekor dan gak bisa pulang karena gak punya tabungan untuk beli tiket pesawat.<br />
Mungkin pembaca suka atau paling tidak pernah melihat kartun shin chan.  Kalau di Indonesia kartu ini di siarkan untuk acara anak-anak, sedangkan di acara anak-anak Jepang kartun ini tidak di siarkan, mungkin di siarkan oleh TV kabel yang memerlukan aplikasi.   Jadi berhubung saya hanya memanfaatkan statiun TV pemerintah baik itu milik pemerintah Jepang (NHK) atau pemerintah lokal Nagasaki, saya tidak pernah tahu kartun apa yang di siarkan oleh stasiun TV swasta tersebut.  Dalam kartun SHin Chan seringkali diceritakan bahwa ibu Shin Chan harus mengantri untuk berbelanja karena hari itu toko tersebut memberi diskon, dan berebutan dengan pembeli lain.<br />
Bagaimana dengan kehidupan sebenarnya di Jepang?  Demikianlah adanya seperti halnya ibu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Crayon_Shin-chan">Shin Chan</a>.  Tetapi yang lebih suka ngantri adalah para <a href="http://www.eudict.com/?lang=japeng&amp;word=obaasan">obaasan</a> dan <a href="http://www.eudict.com/?word=ojiisan&amp;go=Search&amp;lang=japeng">ojiisan</a>.  Karena mereka hanya mengandalkan uang pensiun.  Sedangkan ibu-ibu muda tidak mengantri, tetapi tetap berusaha mencari hari diskon toko.   Nah, para student asing yang tinggal di Jepang dan membawa keluarga menggunakan taktik ini untuk menghemat pengeluaran.<br />
Supermarket dan mall di Jepang sering menerapkan hari diskon dalam seminggu.  Sejauh yang saya ketahui di Nagasaki, supermarket yang menerapkan hari menjual murah adalah <a href="http://www.joyfulsun.co.jp/">Joyfull Sun</a>, setiap hari rabu untuk mendapatkan gula  99 yen dan hari minggu untuk sayuran murah, <a href="http://www.marukyo-web.co.jp/shop/">Marukyo</a>, setiap hari minggu untuk mendapatkan telur seharga 98 yen, keju, minyak goreng dan tepung dengan harga murah di banding jika kita membeli di hari lain.   <a href="http://www.daiei.co.jp/index.php">Daie</a>, menerapkan hari murah pada setiap hari kamis, Marutaka menerapkan  hari jumat, untuk mendapatkan ikan murah.  Nah hari-hari ini lah yang dengan pastinya akan di catat oleh kita.  Rasanya kalau ada orang yang tidak memanfaatkan ini bisa di pastikan belum tahu atau susah karena tempat tinggalnya jauh.  Salah seorang temanku, dengan setia mengejar hari murah tersebut, demi menabung untuk bisa jalan-jalan ke kota lain sebelum pulang.  Dengan bermodal sepeda yang di belinya dia dengan mudahnya mencapai toko yang jauh dari rumahnya.  Akupun demikian juga, meski tidak serajin dia, karena terus terang kami tidak punya sepeda <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , kami masih mensiasati dengan selalu melihat harga setiap hari di toko tersebut, kalau murah kita beli, kalau tidak bisa membeli kesempatan yang lain.  Aku memang sengaja mencari tempat tinggal yang dekat dengan pusat pasar dan pertokoan di Nagasaki.  Jadi setiap pulang dari lab saya selalu menyempatkan diri menengok dan melihat harga murah, maklum ibu-ibu yang dicari adalah kemudahan mendapatkan barang belanja sayur.  Meski tidak selalu beli.  Kalau suami tidak sempat belanja makan dengan sangat mudah aku bisa menggantikannya sepulang dari lab.  Di Nagasaki ada salah satu yang selalu murah yaitu Marutama, meski tidak semurah toko lain pada hari diskon mereka, tetapi secra keseluruhan toko ini lebih murah di banding toko lain di Nagasaki, dan hanya satu-satunya toko, dengan kata lain tidak punya cabang, bila di bandingkan toko lain, dan merupakan tempat belanja favorit para mahasiswa <a href="http://www.nagasaki-u.ac.jp/">Nagasaki University</a>.<br />
Lalu bagaimana dengan kebutuhan alat rumah tangga, pakaian, dan elektronik kita?  Alah rumah tangga seperti sendok, piring, sabun,pasta gigi, cukup dengan mebeli di toko Hyaku En Shop namanya, toko yang menjual hampir semua barang denga harga 105 yen termasuk PPN.  Meski ada juga barang yang di jual tidak melulu di hargai 105, tetapi cenderung lebih murah di banding toko lain.   Kebutuhan alat rumah tangga yang besar seperti meja, kotak plastik penyimpan barang, kulkas, TV biasanya kita dapatkan dari warisan student yang sudah  selesai sekolahnya dan siap pulang. Atau bisa juga kita dapatkan dengan membeli di University <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Garage_sale">Garage Sale,</a> yaitu bulan maret akhir di saat banyak anak student jepang dari kota lain yang menyelesaikan pendidikannya di semester tersebut.  Jadi BEM nya NU, meminjam istilah mahasiswa Indonesia, menjadi pengumpul barang-barang tersebut.  Hal ini menguntungkan dua pihak, si pembuang barang dan pencari barang.  Untuk si pembuang barang mendapatkan keuntungan karena tidak perlu membayar mahal untuk membuang barangnya (di jepang barang yang tidak bisa dimasukkan kantong plastik sampah yang paling besar atau barang elektronik seperti TV, Kulkas, Spring Bed harus di buang dengan memanggil jasa pembuangan barang recycle dan harus membayar sesuai harga yang di tentukan pemerintah), sedangkan bagi si pencari barang, mendapatkan keuntungan karena dengan membeli di garage sale harganya jauh di banding harga baru.  Misalnya harga sebuah renji (microwave) bekas hanya di hargai 1000 yen.  Kulkas hanya 1000-2000 yen, mesin cuci 1000-3,500 yen, tergantung kondisi barangnya. Meja belajar, 1,500 yen dsb.  Bahkan ada yang di jual seharga 0 yen.  Biasanya penampilan si barang sudah jelek sekali tetapi masih layak pakai.  Sedangkan barang-barang yang di beli dengan kondisi baru, lebih murah di dapatkan di online shop.  Jauh sekali bedanya dengan dengan yang di jual di toko.  Tetapi biasanya online shop ada yang mensyaratkan kita harus punya kartu kredit, tetapi ada juga yang bisa cost on delivery.<br />
Kebutuhan lain, yaitu pakaian, kita siasati dengan berbagai macam cara.  Misal untuk jaket musim dingin dan musim gugur bisa kita beli di bazaar, yang sebenarnya sebuah garage sale juga dari keluarga-keluarga jepang yang mampu.  Karena barang2 tersebut kondisi baru yang ada di toko sangat mahal sekali buat kantong mahasiswa.  Mereka biasanya menjual barang tersebut dalam kondisi masih bagus.  Karena mereka  memakainya hanya satu musim saja dalam satu tahun, apalagi kalau yang menjual adalah gadis-gadis modis, di jamin masih baru cling deh.   Selain jaket musim dingin dan musim gugur, barang yang kita bisa beli dari garage sale adalah sepatu, tas, mainan, kadang alat rumah tangga khas jepang, dan biasanya masih dalam kondidi bagus.  Orang jepang cukup rapi juga menyimpan barang yang mereka beli, sekiranya masih bisa di jual mereka akan simpan kardus dan labelnya.  Tidak seperti di Indonesia, yang jarang garage sale, barang di buang setelah bosan di pakai atau di berikan sanak familinya.<br />
Kebutuhan sadang selain dengan membeli di bazaar tersebut bisa juga di beli ketika ada clearance sale yang biasanya di lakukan toko atau mall menjelang berakhirnya satu musim.  Harga bisa turun sampai 50-70% dari harga sebelumnya.  Ini biasanya di cari yang menginginkan baju baru.  Cara ini lebih sering aku lakukan, karena kita bisa pilih modelnya sesuai keinginan kita.  Tapi kadang-kadang juga aku menerima pemberian dari orang lain.  Asal muat di badan aku pakai.  Karena termasuk bigsize aku cukup kesulitan mendapatkan baju-baju di Jepang, karena wanita-wanita jepang lebih banyak yang slimmy di bandingkan yang bigsize <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ..<br />
Jika hendak belanja dalam jumlah besar (pak-pakan) ada juga model seperti makronya Indonesia, tentu saja harganya sangat murah sekali, hanya saja tempat hypermarket seperti ini jauh di luar kota, jadi perlu dipertimbankan lagi, karena ongkosnya yang lumayan mahal, maka kalau belanja di hypermarket sebaiknya membuat list apa yang sekalian mau di beli bersamaan.<br />
Jadi kalau anda hendak belajar di Jepang perlu di cari info tentang hal-hal yang bisa menghemat biaya hidup.<br />
Kita student asing biasanya dapat beasiswa sebenarnya hanya jatah layak hidup untuk satu orang, kalau membawa keluarga sangat pas-pas sekali, kalau anak lebih dari 3 bisa jadi malah tekor dan harus cari penghasilan tambahan.  Tapi untuk kota kecil atau tua seperti di tempat ku sangat kecil kemungkinan untuk mendapatkan sampingan pekerjaan. Oleh karena itu kita harus bijak mengeluarkan uang untuk pembelanjaan.  Semoag tulisan ini bermanfaat bagi calon-calon mahasiwa Indonesia di Jepang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=79&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/29/mensiasati-mahalnya-hidup-di-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kilas Balik 2009 (3) Perbankan Jepang</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/kilas-balik-2009-3-perbankan-jepang/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/kilas-balik-2009-3-perbankan-jepang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 11:30:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[STUDI BANDING]]></category>
		<category><![CDATA[2009]]></category>
		<category><![CDATA[Bank]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[riba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kilas balik 2009 (1) dan (2) aku mengupas mengenai ketaatan warga Jepang pada peraturan, transportasi dan UKM. Di kilas balik 2009 (3) ini aku ingin mengupas masalah perbankan di Jepang. Bagiku pengalaman dengan perbankan di Jepang sangat menakjubkanku. Aku pikir pada awalnya perbankan di Jepang sama dengan sistem di Indonesia. Ada bunga kalau kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=64&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kilas balik 2009 (1) dan (2) aku mengupas mengenai ketaatan warga Jepang pada peraturan, transportasi dan UKM.  Di kilas balik 2009 (3) ini aku ingin mengupas masalah perbankan di Jepang.</p>
<p>Bagiku pengalaman dengan perbankan di Jepang sangat menakjubkanku.   Aku pikir pada awalnya perbankan di Jepang sama dengan sistem di Indonesia.  Ada bunga kalau kita nabung, ada uang administrasi buku atau ATM.  Ternyata semua dugaanku salah besar.   Awal aku ke Jepang karena aku di sekolahkan sama institusiku untuk menempuh pendidikan di Jepang.   Kami yang ke Jepang di bukakan akun di Bank Nasionalnya Jepang yang berpusat di Tokyo.  Akun ini untuk menerima transferan beasiswa bulanan kami.  Kami bisa mengambilnya lewat ATM di kota kami masing-masing, tetapi tidak harus melalui bank cabangnya tetapi kami bisa mengambil di kombini (convinience store) seperti halnya afamart dan teman-temannya kalau di Indonesia.</p>
<p>Begitu sampai kota masing-masing untuk urusan surat-menyurat baik yang kami terima atau kami kirim Japan Post membutuhkan data kami, dan kami juga di wajibkan menabung di <a href="http://www.jp-bank.japanpost.jp/en_index.html">Japan Post Bank </a>meski hanya 1 Yen saja.  Maka dengan kewajiban itu aku memiliki 2 akun.  Satu lagi aku buka akun pada sebuah bank lokal untuk keperluan membayar apartemen.  Sistem bayar apartemen selalu dilakukan via tranfer bank, atau bayar cash tapi ke rekening pemilik, tidak pernah bertemu langsung dengan pemilik.</p>
<p>Dari ketiga akun itu uang yang ku masukkan atau ku tabung gak pernah bertambah atau berkurang.  Tetap sama seperti  yang kumasukkan.  Alias tidak ada bunga ataupun uang administrasi bank.  Coba kita bandingkan dengan bank di Indonesia.  Pasti kita akan mendapat <a href="http://ustadzaris.com/riba-dan-bunga-bank-itu-haram">bunga </a>dan pasti juga di bebani biaya administrasi.  Sesuatu yang bagi banyak muslim yang tidak ingin menabungkan uangnya di bank karena ada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Riba">riba</a> yang masuk dalam tabungan kita.   Aku tidak tahu bagaimana bank di sini membayar gaji karyawannya atau menghidupi kantornya.  Tetapi karyawan bank di Jepang tidak sebanyak karyawan bank di Indonesia.  Kalau kita masuk ke kantor bank, karyawannya bisa di hitung dengan jari.  Kenapa? Kuncinya adalah pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/ATM">ATM</a>.  ATM di Jepang bagiku layaknya seorang karyawan bank juga.  Aku tidak hanya bisa mengambil uangku tetapi dari situ aku juga bisa menabung, print buku dan juga ganti buku.  Bahkan kalau kita menabung dengan uang nominal besar tetapi ingin menabung sebagian saja dari nominal tersebut, ATM tersebut bisa mengembalikan sejumlah uang yang tersisa dari yang kita tabung tersebut, sekalipun uang itu berupa koin.  Ini sangat mengurangi pekerja yang di butuhkan kantor bank.  Dan kita gak perlu mengantri lama-lama di counter, cukup di ATM saja.</p>
<p>Selain kemudahan dan kenyaman menabung, dan rasa bebas dosa <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> , semua hal yang berkaitan denagn pembayaran baik itu listrik, air, gas, di lakukan melaui bank, melalui auto debet.  Hal ini karena kebijakan pemerintah untuk kenyaman dan kemudahan warga serta keteraturan warga untuk membayar tagihannya.  Semua aplikasi berkaitan denga sistem tersebut selalu mensyaratkan harus ada akun bank.  Selain air listrik dan gas, semua aplikasi yang membutuhkan payment monthly, pembayaran harus melalui bank, seperti telepon seluler, telepon rumah, internet, kartu kredit harus di lakukan via bank, mereka juga memerlukan sebuah akun untuk bisa apply.  Jadi gak ada istilah kredit macet.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .  Kalau ada pembayarana yang tidak bisa di tarik via bank karena dana kita tidak mencukupi, mereka akan kirim surat dan meminta kita membayar via japan post, bank atau kombini. Wuih..bener seperti hidup yang di nina bobokan..semua mudah semua nyaman.</p>
<p>Bagaiman dengan masalah <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kartu_kredit">kartu kredit</a>?&#8230; Sebagai student aku bisa apply kartu kredit di koperasi universitas yang tentu saja sudah di kelola secara profesional.  Di percaya bank menerbitkan kartu kredit, kerja sama sama VISA.  Hal ini berlaku se Jepang, dan tertera COOP UNIV pada kartu kredit tersebut.  Bagaimana dengan uang tahunan..? Sebenarnya ada, tetapi di tanggung sama universitas.   Jadi kita tinggal pakai saja..duh enaknya.. Biasanya para student asing selalu mebuat kartu kredit, karena biasanya di perlukan saat kita ingin mengatur pengeluaran kita.  Kita bisa bayar 2 kali tanpa di tarik bunga, tapi kalu lebih dari 2 kali baru di tarik bunga, dan  di bayar bulan depannya.  Jadi ini bisa kita rencanakan.</p>
<p>Kartu kredit juga di perlukan saat kita membeli online shop.  Kalau kita menginginkan COD ( cost on delivery) kita harus membeyar lebih untuk biaya transfer si perusahaan shiping, tapi kalo kartu kredit tidak perlu membayar uang transfer.  Selain itu kalau kita belanja di supermarket dengan menggunakan kartu kredit kita akan mendapat potongan 5%.</p>
<p>Nah.. dalam sistem perbankan di Jepang ini biasanya semua bank akan menerbitkan kartu kredit.  Juga bank yang di kelola oleh Japan Post.  Tapi berhubung aku tidak apply di luar koperasi aku tidak tahu mekanismenya.  Mungkin dari kartu kredit inilah mereka mendapat keuntungan kalau si pengguna membayar lebih dari dua kali cicilan.</p>
<p>Benar-benar sistem yang layak di ketahui para petinggi keuangan dan perbankan di negeri kita.  Bagaimana mengelola bank dan sistem perbankan mereka.  Semoga suatu saat negri kita lebih cenderung melihat Jepang daripada Amerika.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=64&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/kilas-balik-2009-3-perbankan-jepang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kilas Balik 2009 (2) Ekonomi Kerakyatan</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/kilas-balik-2009-2/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/kilas-balik-2009-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 10:28:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[STUDI BANDING]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi kerakyatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Selama aku tinggal di Jepang ini, aku selalu merasakan bahwa Indonesia lebih kaya daripada Jepang. Tetapi kenapa Indonesia tidak bisa se maju dan sekuat Jepang dalam hal perekonomiannya? Bagaimana tidak&#8230;dengan kondisi negara di daerah subtropis dengan 4 musimnnya. Kondisi ini membatasi hasil pertanian per musimnya. Jika tiba saat musim dingin, aku kesulitan mendapatkan sayur yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=59&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama aku tinggal di Jepang ini, aku selalu merasakan bahwa Indonesia lebih kaya daripada Jepang.  Tetapi kenapa Indonesia tidak bisa se maju dan sekuat Jepang dalam hal perekonomiannya?  Bagaimana tidak&#8230;dengan kondisi negara di daerah subtropis dengan 4 musimnnya.  Kondisi ini membatasi hasil pertanian per musimnya.  Jika tiba saat musim dingin, aku kesulitan mendapatkan sayur yang bervariasi. Jadilah yang di masak itu lagi, itu lagi.  Selain itu pulau dan kepulauan Jepang ini menurutku tak lebih besar dari P. Jawa.  Coba anda bayangkan dan di lihat di peta, sebesar apakah Jepang ini sesungguhnya.  Dengan terbatasnya lahan, tentu saja terbatas juga kekayaan alamnya.  Jepang tidak punya minyak bumi, apalagi gas.  Mereka mengimpor kedua kebutuhan itu dari luar.   Tapi harga-harga yang berkaitan dengan bahan bakar tersebut tidak pernah naik turun secara drastis. Tidak seperti di Indonesia yang pemerintah yang mencoba menggantikan minyak tanah sebagai bahan bakar murah bagi warga kecil, menjadi gas, tetapi dengan bertahapnya waktu menaikkan harga gas&#8230;Apakah ini tidak akan mengembalikan kita ke peradaban sebelunya yang memakai kayu bakar.  Terus terang minyak tanah masih di pakai di Jepang, tetapi memang tidak untuk kebutuhan memasak tetapi sebagai penghangat rumah saat musim dingin. karena harganya yang lebih murah di bandingkan gas.<br />
Luas pulau Jepang yang tak seluas Indonesia, tentu saja secara signifikan akan membedakan luas lautan yang di miliki Jepang.  Tetapi konsumsi Jepang terhadap ikan lebih besar di banding Indonesia.  Hasil produksi ikan dan kerang-kerangan lebih banyak di banding Indonesia.  Ke manakah nelayan-nelayan kita?  Tentu saja bisa kita prediksi nelayan kita sekarang tidak melaut karena tidak kuat membeli bahan bakar dan tidak punya kapal sendiri.  Bagaimana nelayan di Jepang?  Pemerintah Jepang sangat mengedepankan ekonomi kerakyatan, yang sangat di bantu adalah ekonomi yang di kelola sendiri oleh perorangan.<br />
Setiap orang yang berprofesi sebagai nelayan mereka punya kapal sendiri, baik yang hanya mampu punya kapal kecil maupun yang mampu punya kapal besar yang di kelola bersama satu keluarga.  Meski hanya punya kapal kecil, tidak berarti mereka sangat miskin.  Mereka tetap mampu menghidupi keluarga dengan standar Jepang.  Hasil tangkapan mereka pasarkan sendiri, bisa di pelelangan ikan, mereka olah sendiri..baik itu di keringkan, di asap, di keringkan, maupun di olah sebagai makanan kaleng.  Meski di tangani sebatas keluarga sendiri, tapi jangan di bayangkan bahwa mengolah dengan alat sederhana.  Mereka mengolah dengan alat mesin dan modern..karena memang pemerintah membantu para usahawan kecil tersebut.  Kalau mungkin di negara kita di sebut UKM.  setiap keluarga yang punya usaha adala sebuah UKM bagi pemerintah Jepang. Mereka sangat di bantu sekali sama pemerintah.<br />
UKM yang ada di Jepang tentu saja banyak sekali.  Tidak hanya sebatas nelayan.  Semua yang berkaitan dengan usaha kecil, banyak berkembang di Jepang.  Dikelola oleh masing-masing keluarga, tetapi merka juga di permudah dengan pemasarannya.  Kenapa? Karena banyak UKM yang membuka supermarket.  Nah kalau usaha ini biasanya mempekerjakan orang.  UKM keluarga akan dengan mudah menjual industri rumah mereka ke Supermarket UKM ini. Sedangkan yang model seperti indomart atau alfamart berkembang juga, tetapi mereka tidak berupa supermarket besar, tetap sebuah toko 24 jam yang hanya menyediakan kebutuhan terbatas.   Hypermarket di Jepang ada juga, tetapi mereka hanya boleh berdiri di pinggiran kota yang sangat jauh.  Repot dan memerlukan ongkos besar utuk ke sana.  Memang harganya jauh lebih murah tetapi biasanya yang beli di hypermarket ini biasanya kalangan bermobil. Pertokoan yang ada di kota adalah pertokoan kecil, minimal hanya super market.  Coba bandingkan dengan negeri kita.  Hypermarket sekelas carefour dengan megahnya berdiri di tengah kota, yang pada akhirnya kita bisa ketahui, mematikan usaha kecil di sekitarnya, bahkan salah satu pasar di dekat saya tinggal di Jakarta sudah tidak beroperasi lagi semenjak ada supermarket besar dan hyper market.   Kasihan kan..rakyat yang berusaha dengan kecil-kecilan.<br />
Demikian juga dengan industri kecil lainnya.  Seringkali di tayangkan oleh salah satu stasiun TV usaha kecil yang di lakuakn oleh keluarga.  Sebenarnya ini adalah acara anak-anak karena ceritanya mirip acara SUrat dari Sahabat yang suka di siarkan salah satu stasiun T kita. Kalau di surat dari sahabat adalah anak-anak dari kalangan yang tidak mampu dan membantu keluarga mencari makan..atau mencari kayu bakar di hutan.  Sedangkan acara yang aku liat di TV jepang ini adalah kehidupan anak yang tinggal dalam sebuah keluarga UKM, bagaimana mereka belajar untuk membuat produk yang di hasilkan keluarganya&#8230;belajar sebagai seorang quality control, karena sebenarnya yang melakukan adalah mesin.<br />
Bagaimana nasib UKM kita? Sangat menyedihkan untuk maju saja kalau tidak punya jaminan mereka tidak bisa memajukan usahanya dan tetap sebagai usaha yang sangat kecil-kecilan, sekedar hanya untuk menyambung hidup.  Kapankah pemerintah mau belajar untuk seperti seperti Jepang.  Kenapa yang di besarkan adalah perusahaan konglomerasi.  Tentu saja konglomerasi di Jepang ada juga, tetapi tidak sebanyak konglomerat di Indonesia.  Itupun lebih banyak di Pusat Pemerintahan saja, sedangkan di kota-kota kecil yang berkembang adalah usaha mandiri masyarakat.   Padahal kita tahu, UKM meski saat krisi masih tetap berdiri denagn kokoh.  Di Jepang pun saat aku ke sini sedang di landa krisis.  Tetapi yang kena imbas adalah perusahaan yang berbasis mempekerjakan oarng, sedang usaha yang di kelola usaha keluarga tetap exist.  Jadi meski krisis kita tidak terlalu merasakan krisi.<br />
Semoga negeri kita tercinta bisa belajar dari cara Jepang, tidak melulu melihat perekonomian dari sisi kapitalisme saja.  Tetapi sistem ekonomi yang bangga pada hasil kerja negeri sendiri.  Dan sudah di ketahui banyak orang bahwa yang di jual di negeri sendiri oleh perusahaan Jepang lebih mahal harganya karena politik dumping, tetapi kualitas antara yang di pasarkan di dalam dan luar negeri sangat berbeda.  Yang di jual adalah kualitas no 1.  Dan ada produk-produk yang khusus di buat untuk Jepang sendiri, tidak di pasarkan di luar negeri.  Bagaimana dengan negeri kita?  Yang kualitas no 1 selalu di ekspor kenapa?  Karena terus terang, warga negeri kita daya beli nya sangat kurang sekali, sebuah imbas dari pendapatan perkapita yang sangat rendah.<br />
Semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi yang membaca dan kebetulan sebagai salah seorang petinggi negeri kita.. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=59&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/kilas-balik-2009-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Shabrina`s Questions</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/shabrinas-questions/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/shabrinas-questions/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 09:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[Tiap pagi, ketika berangkat ke sekolah ataupun kalau mau jalan-jalan kita selalu melewati pertigaan kecil yang berhubungan langsung dengan gang menuju rumah. Di depan pertigaan tersebut ada lampu merah untuk menyeberang si Pejalan kaki menuju sisi jalan yang lain, yang menuju ke komplek pertokoan maupun mau menuju stasiun densha atau halte bis. Nah di pertigaan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=50&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiap pagi, ketika berangkat ke sekolah ataupun kalau mau jalan-jalan kita selalu melewati pertigaan kecil yang berhubungan langsung dengan gang menuju rumah.  Di depan pertigaan tersebut ada lampu merah untuk menyeberang si Pejalan kaki menuju sisi jalan yang lain, yang menuju ke komplek pertokoan maupun mau menuju stasiun densha atau halte bis.  Nah di pertigaan tersebut ada sesembahan warga jepang berbentuk patung kecil dalam rumah-rumahan kecil.  Si patung dan rumahnya selalu di tutupi kain warna merah yang bertuliskan huruf kanji.  Di depan si patung ada 4 gelas minum.  Tiga gelas berisi 3 macam air minun, yaitu air putih, ocha, kocha, dan satu gelas lagi kosong.  Shabrina: Untuk apa sih Patung itu?&#8230;    Pertanyaan sulit&#8230;tapi Sang Bunda berusaha menjawab&#8230;Itu tuhannya orang jepang nak..Shabrina:　tapi tuhan kok patung sih bun.. Bunda:  Mereka tahunya gitu nak&#8230; Shabrina:  Kok gak sama kayak Tuhan kita Alloh sih bun&#8230; Ya kalau mereka mau bisa sama Tuhan kita ya ada yang harus ngasih tahu, dan mereka harus mencari tahu.  Karena Islam kan sudah kasih tahu ke semua orang.  Kalau mereka mau mereka bisa tanya sama orang islam.  Tapi  Alloh juga yang Ngasih tahu juga.. Mereka mau ato tidak.  Kalau mereka di kasih hidayah mau belajar islam mereka akan belajar, dan mau belajar.  Nah sebenarnya kalo mereka liat kita sebeanrnya bisa juga sebagai petunjuk dari Alloh untuk tanya kita&#8230;Tergantung mereka sendiri dan hidayah dari Alloh.  Shabrina:  Hidayah itu apa sih bun..Bunda:  hidayah itu petunjuk dari Alloh..tu liat ada orang islam coba tanya ke dia islam itu apa..? Makanya kita harusjadi orang islam yang baik.  Supaya dia senang ke pada Islam.  Shabrina:   Bun kenapa patungnya di kasih minuman.. Bunda:  mungkin menurut mereka buat minum si patung.  Tapi Alloh kita gak perlu minum&#8230;Allohlah yang menciptakan air buat di minum.  Alloh juga gak perlu makan karena Allohlah yang menciptakan makanan untuk manusia.  Jadi yang bisa makan dan minum itu kita dan hewan-hewan. Sedangkan patung adalah batu.. Batu di ciptkan oleh Alloh tapi batu gak bisa makan ..  Susah juga menjelaskan konsep keTuhanan pada anak-anak.. dan pertanyaan yang pasti akan di hadapi oleh setiap orang tua&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=50&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/28/shabrinas-questions/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kilas Balik 2009 (1) Pelayanan di Pemerintahan Jepang</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/27/kilas-balik-2009-1/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/27/kilas-balik-2009-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 23:39:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[STUDI BANDING]]></category>
		<category><![CDATA[busway]]></category>
		<category><![CDATA[densya]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=55</guid>
		<description><![CDATA[Hampir 1 tahun 2 bulan saya tinggal di Nagasaki, sebuah kota tua menurut orang jepang sendiri. Selama menjalani hari-hari tersebut banyak pengalaman dan kesan, suka dan duka, sedih dan senang. Pengalaman berurusan dengan pemerintahan Jepang (atau kalau di Indonesia di kantor kaupaten atau walikota), mereka taat pada peraturan yang sudah di tetapkan sama pemerintahannya. Tidak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=55&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir 1 tahun 2 bulan saya tinggal di Nagasaki, sebuah kota tua menurut orang jepang sendiri.  Selama menjalani hari-hari tersebut banyak pengalaman dan kesan, suka dan duka, sedih dan senang.<br />
Pengalaman berurusan dengan pemerintahan Jepang (atau kalau di Indonesia di kantor kaupaten atau walikota), mereka taat pada peraturan yang sudah di tetapkan sama pemerintahannya.  Tidak ada kata punya teman di kantor tersebut mempermudah kita dalam mengurus segala macam yang diluar aturan.  Sama perlakuannya terhadap orang asing dan orang jepang sendiri.  Semua bekerja sesuai bidangnya masing-masing, dan mereka dengan cukup akomodatif menjelaskan cara-caranya, kalau ada kurang dokumen kita harus melengkapinya tetapi tidak menolak permohonan kita hari itu, malah mereka menberikan amplop yang sudah di tulisi alamat mereka, kalau kita tidak sempat ke kantor itu lagi, kita bisa memposkannya.  Coba kita bandingkan dengan Indonesia.  Kenapa Indonesia tidak bisa melalukannya seperti itu?<br />
Di Indonesia kalau kita ketinggalan barang di bis, kereta atau di halte, sudah deh..alamat kita kehilangan barang kita.  Tapi bagaimana dengan di Nagasaki, terus terang aku salut banget dengan mereka, kultur budaya mereka mengajarkan bahwa barang yang bukan miliknya tidak boleh di ambil, bahkan mereka akan melaporkan polisi bahwa mereka menemukan barang meskipun barang tersebut hanya selembar sapu tangan.  Bagaimana dengan kita yang mayoritas muslim kenapa tidak bisa menerapakan hal tersebut.  Sedangkan di Nagasaki yang mayoritas malah di anggap tidak beragama malah bisa menerapkannya.  Apa yang salah dengan pendidikan di negeri kita tercinta?<br />
Orang Jepang khususnya yang aku lihat di Nagasaki sangat taat peraturan apa yang di larang dan tertulis di sebuah papan board akan mereka patuhi, meski ada juga beberapa oknum yang tidak mentaatinya, tapi secara umum mereka sangat taat.  Misalnya dalam menyeberang jalan.  Jika lampu merah menyala meskipun jalan itu sepi mereka tidak akan menyeberang jalan sampai lampu hijau menyala.  Pernah aku, suami dan dua anakku sedang menunggu lampu penyeberangan jalan menjadi hijau, seorang nenek dari arah sebaliknya menyeberang meski lampu masih merah karena memang jalan tersebut jalan sepi, anakku laki-laki yang masih berumur 3,8 tahun spontan berteriak `DAME YO` (artinya tidak boleh ya), sang nenek setelah sampai bagian kami dia bilang sama anakku `gomen nasai` (maaf ya) sambil mengelus-ngelus kepala anakku.  Coba di bayangkan seorang tua meminta maaf kepada anak kecil karena memang dia telah melanggar peraturan.  Bagaimana di Indonesia, mungkin akan lebih banyak yang malah menyumpah serapahi.  Demikian juga kalau penyeberangan disediakan di atas dengan kata lain harus melalui jembatan penyeberangan, mereka akan dengan melaluinya, meski kadang cukup melelahkan juga bagi kita, tidak seperti di negeri kita tercinta, jembatan penyeberangan di bangun tetapi nganggur..hanya jadi sebuah proyek saja..tapi jarang di gunakan. Selain itu setiap di perempatan selalu ada zebra cross, dan kalau ada mobil yang belok ke bagian zebra cross yang lampu hijaunya sedang menyala, maka sang sopir akan mendahulukan si penyeberang sampai si penyerang selesai melewatinya, baru dia akan berjalan maju. Di Nagasaki ini semua<a href="http://www.nagasaki-bus.co.jp/"> bus</a> berhenti sesuai haltenya, dan on time, tepat waktu. Jadi si penunggu bus juga setia dengan haltenya, untuk mencapai busnya kita harus ke haltenya&#8230;Coba kita bandingkan dengan Jakarta lah..bus banyak yang berhenti di seberang jalan dan penumpang bisa menunggu bu di mana saja, sehingga kita tidak dapat memprediksi waktu perjalan kita.  Terus terang kalau di Nagasaki kami bisa merencanakan kapan kita berangkat dan sampai tujuan jam berapa.  Sistem yang menurut aku sangat bagus untuk di tiru.<br />
<a href="http://bundashabrina.files.wordpress.com/2009/12/pict1214.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-96" title="Nagasaki Densya (kesya)" src="http://bundashabrina.files.wordpress.com/2009/12/pict1214.jpg?w=300&#038;h=225" alt="inilah si densya...yang berjalan di tengah kota dengan relnya" width="300" height="225" /></a><br />
Di Nagasaki ini ada moda transportasi yang mirip dengan kereta tapi cuma satu gerbong tapi berjalan di jalur tengah jalan kota dengan rel atau <a href="http://www.naga-den.com/">densya</a> (atau trem kalau di Indonsia) di sebutnya.  Kendaraan ini adalah angkutan umum, dan sangat di prioritaskan mobil dan bis atau pengendara sepeda motor akan mendahulukan si kereta kecil ini lewat.  Duh..kapan ya Indonesia bisa seperti ini?  Selain itu trotoar di Nagasaki sangat lebar dan hanya khusus untuk pejalan kaki dan sepeda.  Kalau ada mobil yang parkir di sini maka akan ada polisi yang selalu setia patroli dan akan menilang si mobil, karena di anggap tidak memarkir mobilnya sesuai tempatnya dan di anggap mengganngu pejalan kaki.  Nah bagaiman dengan Indonesia, trotoar yang di buat untuk pejalan kaki di pakai untuk parkir mobil dan pengendara motor? Di manakah pejalan kaki harus berjalan? Ketertiban dan keteraturan di negeri ini selayak di tiru dan pemerintah sebaiknya mereferensinya sebagai pandangan untuk menyusun negeri kita tercinta supaya menjadi negeri impian bagi warganya sendiri dan juga impian untuk berwisata bagi bangsa lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/55/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/55/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=55&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/12/27/kilas-balik-2009-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bundashabrina.files.wordpress.com/2009/12/pict1214.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Nagasaki Densya (kesya)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ternyata&#8230;</title>
		<link>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/09/14/ternyata/</link>
		<comments>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/09/14/ternyata/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Sep 2009 06:45:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bundashabrina</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bundashabrina.wordpress.com/?p=52</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari&#8230;kira-kira sebulan yg lalu aku dan keluargaku mengalami suatu hal yg tak terduga. Pada saat itu kami sedang dalam perjalanan pulang ke apartemen. Dalam perjalanan kami ketemu dengan teman Indonesia yg pulang dari berbelanja. Berhubung saya sama dia juga jarag ketemu darat, maka kami sepatkan ngobrol sebentar dengannya. Dua anak kami main di trotoar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=52&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Suatu hari&#8230;kira-kira sebulan yg lalu aku dan keluargaku mengalami suatu hal yg tak terduga.  Pada saat itu kami sedang dalam perjalanan pulang ke apartemen.  Dalam perjalanan kami ketemu dengan teman Indonesia yg pulang dari berbelanja.  Berhubung saya sama dia juga jarag ketemu darat, maka kami sepatkan ngobrol sebentar dengannya.  Dua anak kami main di trotoar.  Biasalah anak kecil lompat-lompat.  Sembari mengawasi mereka kami asyik juga dalam obrolan.  Tiba-tiba aku dengar suara kedubrak orang jatuh, aku pikir jangn-jangan anakku jatuh. Ternyata ada seorang perempuan jatuh.  Dengan anakku di depannya.  Maka seperti halnya yg biasa kita lakukan di Indonesia adalah berusaha menolong, maka ku suruhlah suamiku.  Setelah di bantu berdiri aku liat dia menatap ku dengan tatapan aneh, suamiku berusaha menanyakan apajkah dia baik-baik saja.  Tapi gak di jawab. cuma berkali-kali ngeliat kedua kakinya yg tertutup celana 3/4.  Aku liat tidak terjadi apa-apa dengan kedua lututnya.  Tapi orang itu tak kunjung pergi.  Berhubung bahasa Jepang kami masih amburadul, maka aku minta temanku yg sudah fasih berbahasa jepang.  Pada saat temanku sedang menanyakan keadaan si perempuat tadi, aku tanya sama anakku &#8220;tadi ade nabrak orang itu ya..?&#8221; enggak bund&#8221; kok orang itu jatuh..?&#8221; anakku muiali menangis &#8220;aku cuma gini-gini&#8221; sambil mengagkat salah satu kakinya dan lompat2 kecil &#8220;tapi adik nabrak gak?&#8221; enggak&#8221; sambil nangis &#8221; sekarang ade bilang aja gomen nasai ke orang itu ya&#8221; kataku..&#8221;nggak mau&#8221; katanya sambil menambah volume tangisnya..Dan ini juga bukan kebiasaan anakku.  Biasanya kalo dia memang bersalah maka dia akan dengan senang hati bilang gomen nasai sambil membungkukan badannya seperti yg di ajarkan di sekolah. Berarti memang dia merasa tak bersalah.  Lalu aku tanyakan pada kakaknya.  &#8220;Ade tadi nabrak ya kak&#8221;..enggak bund..malah dia yg nabrak ade..harusnya dia yg minta maaf sama ade.  sambil menjelaskan posisi anakku dan orang yg jatuh. Posisinya adalah adalah anakkku membelakangi si perempuan dengan arah jalan se arah.  Saya berkesimpulan si perempuan yg lari-lari dan dan tidak melihat anakku yg sedang ada di depannya. Kembali ke si perempuan tadi, aku lihat temankku berbicara cukup lama, ketika suamiku mendekati aku untuk meminta ade untuk minta maaf, tapi aku bilang ade  tidak mau minta maaf, karena merasa tidak bersaah.  Saat itu tiba-tibasi wanita lari sambil teiak daijoubu janai..Kemudian aku tanya sama temanku apa yang dibicarakan dengan dia.  Dia bilang dia minta ganti rugi karena dia jatuh.  Suamiku sebenarnya sudah menawarkan memberi tensoplast untuk menutupi luka lecet yg tidak berdarah yang ada di lututnya tapi dia menolak.  Kata temanku dia mengajak si perempuan ke rumah sakit, untuk mencek apa benar terjadi apa-apa dengan dirinya.  Karena dia mengaku kalau gak bisa jalan gimana.  Dia bilng katanya minta ganti rugi 10.000.  Karena dia minta uang yang segitu banyak temenku mengajak dia ke polisi, tapi dia nggak mau juga.  Dia langsung lari ke arah bis. Lho kok gitu..katanya tadi nggak bisa jalan sekarang kok malah bisa lari..?  Mungkin takut karena di tawari ke pos polisi, meski ketikalari dia menjawab pertanyaan temanku &#8220;daijpoubu desuka? dia jawab daijoubu janai&#8221;  Tenyata ada juga ya..Karena dia minta segitu banyak jad nya kami bersuuzdon kalo si wanita berusaha memeras kami, dengan sengaja menjatuhkan dirinya ke trotoar karena bapak-ibu si anak kecil tidak melihat si anak..Opo tumon rek..? Yah namanya juga orang&#8230;kadang ada yg tidak baik..dia antra yang baik&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bundashabrina.wordpress.com/52/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bundashabrina.wordpress.com/52/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bundashabrina.wordpress.com&amp;blog=7609832&amp;post=52&amp;subd=bundashabrina&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bundashabrina.wordpress.com/2009/09/14/ternyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ca571c40187769a697c38f82191d8a5a?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">bundashabrina</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
